Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya wal mursalin, sayyidina wa maulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.
Teman-teman di mana pun berada, alhamdulillah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan dorongan keinginan luhur kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mendapatkan limpahan kenikmatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kasih sayang-Nya, ampunan-Nya, dan perbaikan diri menjadi lebih mulia.
Kita telah sampai di hari pertama bulan Ramadhan tahun 1446 Hijriah, bertepatan dengan 1 Maret 205 Masehi. Mari kita awali hari ini dengan terus meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya Ramadhan di tahun ini.
Tentu, ketika mengawali Ramadhan, tidak semua perasaan yang menyertai setiap muslim atau insan beriman memiliki frekuensi rasa yang sama. Mungkin ada yang merasakan kegembiraan yang melimpah, ada yang standar saja, atau bahkan ada yang baru mengawali Ramadhan sudah menghitung kapan Idul Fitri atau kapan malam Lailatul Qadar.
Untuk itu, penting kiranya di pertemuan pertama ini kita mempelajari bagaimana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, rasul yang sangat kita cintai, memberikan pedoman kepada kita. Dengan pedoman itu, kita memiliki satu rasa dan frekuensi yang sama untuk menikmati Ramadhan dan mendapati keistimewaan-keistimewaannya.
Hari ini, kita akan belajar tentang doa pertama yang disampaikan, ditunjukkan, dipraktikkan, dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kepada kita semua sejak pertama kali melihat hilal awal Ramadhan. Dengan doa inilah, diharapkan kita bisa mendapatkan satu rasa dan frekuensi yang serupa seperti diisyaratkan Nabi untuk menikmati Ramadhan.
Referensi doa ini bisa kita temukan dalam hadis riwayat Imam At-Tirmidzi (nomor hadis 3451), Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dan Imam Ad-Dailami dalam kitab sunannya. Seluruh riwayat ini tersambung pada sosok sahabat mulia, Sayidina Thalhah bin Ubaidillah, salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga tanpa hisab.
Thalhah bin Ubaidillah adalah sahabat yang sangat mulia. Beliau lahir sekitar 28 tahun sebelum hijrah dan termasuk golongan orang pertama yang masuk Islam. Beliau wafat pada tahun 36 Hijriah dan mengikuti perjalanan dakwah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, termasuk dalam pertahanan umat Islam melawan serangan-serangan musuh.
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah memberikan komentar tentang Thalhah: “Jika kalian ingin melihat seorang syahid yang berjalan di muka bumi, maka lihatlah Thalhah bin Ubaidillah.” Beliau juga dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan konsisten dalam kebaikan hingga akhir hayatnya.
Dalam perjalanan hidupnya, Thalhah bin Ubaidillah mendokumentasikan satu pedoman, satu petunjuk, dan satu doa yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam saat melihat hilal pertama Ramadhan. Doa ini kemudian diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Imam Ahmad, dan Imam Ad-Dailami.
Doa tersebut adalah:
اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان، والسلامة والإسلام، ربي وربك الله
Artinya:
“Ya Allah, tampakkanlah hilal (awal Ramadhan) kepada kami dengan membawa keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Rabb-ku dan Rabb-mu adalah Allah.”
Doa ini diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar Ramadhan dihadirkan dengan penuh keberkahan, keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman.
Dalam doa ini, Nabi mengajarkan kita untuk memohon:
- Keamanan dan ketenangan dalam menjalani Ramadhan.
- Peningkatan keimanan sebagai landasan ibadah.
- Keselamatan fisik, pikiran, dan jiwa selama Ramadhan.
- Kekuatan untuk berislam dengan paripurna, menjalankan syariat dengan baik.
Nabi juga mengajarkan bahwa Ramadhan adalah bulan untuk meningkatkan ketaqwaan, mendekatkan diri kepada Allah, dan memperbaiki diri. Dengan doa ini, kita memohon agar seluruh rangkaian ibadah Ramadhan dilandasi oleh keimanan dan keikhlasan.
Mari kita awali Ramadhan ini dengan doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:
اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان، والسلامة والإسلام، ربي وربك الله
Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan, ketenangan, dan peningkatan keimanan bagi kita semua.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga penjelasan ini bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab.


